Pesan Skripsi
Kemiskinan diantara petani (studi kasus masyarakat Desa Cibitung, Jawa Barat)
| Rabu, 23 May 2012 23:23

Semakin berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian dan ditambah dengan semakin sempitnya lahan yang bisa diusahakan untuk pertanian, membuat tingkat pendapatan petani menjadi semakin kecil, sehingga tingkat kesejahteraan petani pun banyak yang berada di bawah garis kemiskinan. Hal tersebut juga semakin parah dengan tidak didukungnya oleh akses permodalan, akses pasar, kualitas sumber daya manusia serta pemanfaatan teknologi yang memadai.

Keterbatasan modal merupakan permasalahan yang paling umum terjadi dalam usaha tani yang berdampak pada tidak seimbangnya pola pendapatan dan pengeluarannya. Sekitar 70 persen petani padi di Indonesia terutama petani-petani gurem yaitu petani yang mempunyai luas lahan kurang dari 0,5 ha diklasifikasikan sebagai masyarakat miskin berpendapatan rendah. Petani kaya dapat menyimpan hasil panen untuk kemudian dijual sedikit demi sedikit pada waktu diperlukan sedangkan petani gurem (tidak berlahan dan penguasaan lahan sempit) masih kesulitan untuk menyimpan hasil.

Kemiskinan petani, terutama petani padi, sudah terekam lama. Setelah krisis, nilai tukar petani terus merosot. Artinya, perbandingan harga yang diterima dan dibayarkan petani kian menurun. Ini menjadi petunjuk, kesejahteraan mereka kian merosot dan miskin. Dari gambaran pola pendapatan petani, terlihat bahwa produktivitas padi yang meningkat belum dapat menyejahterakan petani kecil (yang kepemilikan lahannya kurang dari 0,7 ha dan apalagi petani penggarap). Dalam sistem usahatani berbasis padi di Indonesia saat ini, rendahnya pendapatan petani padi bukan karena faktor teknologi, produktivitas, atau harga gabah, tetapi karena skala usahanya yang terlalu kecil atau luas garapannya yang terlalu sempit.

Desa Cibitung adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Buah Dua Kabupaten Sumedang dengan jumlah penduduk 1.734 jiwa dan memiliki penduduk usia kerja sebanyak 1.406 jiwa. Desa Cibitung merupakan desa di Kecamatan Buah Dua yang mayoritas penduduknya adalah petani dengan komoditas yang diusahakannya adalah padi sawah. Dari luas desa sebesar 736.287 ha, 92 ha diantaranya adalah lahan padi sawah.

Apabila diperhatikan sepanjang jalan dari jalan raya besar melewati jalan utama Kecamatan Congeang sampai jalan utama Kecamatan Buah Dua, akses jalan menuju Desa Cibitung dapat dikatakan cukup baik, dan bisa dilihat sepanjang jalan tersebut berjajar rumah-rumah yang terbilang besar dan bagus yang mana sebagian besar pemilik rumah tersebut adalah petani. Sedangkan apabila dilihat sebagian besar rumah petani di Desa Cibitung dapat dikategorikan menengah ke bawah. Kemudian timbul beberapa pertanyaan,dengan keadaan di lingkungan sekitar yang tidak begitu jauh, apa yang menyebabkan terjadinya perbedaan kesejahteraan petanidan petani seperti apa yang masih bertahan saat ini. Disaat perkembangankemajuan di sektor pertanian, bagaimanakah keadaan sosial ekonomi petani pedesaan pada saat ini.

Download: Kemiskinan diantara petani (studi kasus masyarakat Desa Cibitung, Jawa Barat)

Password: jxB8NrEY

 
4skripsi.com

4skripsi adalah pusat download skripsi, tesis, disertasi, jurnal, makalah, KTI dan tugas akhir gratis. Medotologi penelitian, teknik analisis data dan spss.
Seluruh skripsi yang ada dapat didownload sebagai referensi dengan menyertakan data penulisnya.

Gratis kiriman skripsi terbaru dari email:
Skripsi