Pesan Skripsi
Perbedaan antara tingkat pendidikan orang tua dan motivasi belajar anak terhadap prestasi belajar siswa mata pelajaran sosiologi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Klego Boyolali tahun pelajaran 2009/2010
| Sabtu, 05 Februari 2011 10:08

Dalam mengembangkan segala sumber daya yang ada di bumi ini, maka manusia memerlukan suatu pendidikan agar tercipta suatu sumber daya manusia yang berkualitas sehingga dapat mengelola alam ini dengan bijak. Pendidikan itu sendiri merupakan kebutuhan yang mendasar yang harus dimiliki oleh manusia, karena tanpa pendidikan manusia tidak akan bisa meningkatkan taraf hidupnya. Dengan pendidikan diharapkan manusia akan lebih mampu untuk mengembangkan dirinya.

Masalah pendidikan sesungguhnya telah banyak di bicarakan oleh para ahli pendidikan. Mereka menyadari bahwa masalah pendidikan adalah masalah yang sangat penting bagi manusia, karena pendidikan tersebut menyangkut kelangsungan hidup manusia. Manusia tidak cukup tumbuh dan berkembang dengan instingnya saja, melaimkan bimbingan dan arahan dari luar dirinya (pendidikan) agar ia menjadi manusia yang sempurna. Jadi pendidikan memang perlu bagi manusia dan hanya manusialah yang memerlukan pendidikan. Dengan kata lain pendidikan dilakukan oleh manusia dan berguna untuk manusia itu sendiri.

Ada beberapa macam definisi tentang pendidikan yang dapat dilihat dari dua segi, yaitu dari segi etimologis, dan dari segi essensialis. Dari segi etimologis pendidikan berasal dari bahasa Yunani yaitu “Paedagogike’. Ini adalah kata majemuk dari kata “Pais” yang berarti anak, dan dari kata “Ago” yang berarti aku membimbing. Jadi Paedagogike adalah aku membimbing anak. Orang yang pekerjaannya membimbing anak dengan tujuan membawanya ketempat belajar, dalam bahasa Yunani disebut “Paedagogos”. Jika kata ini diartikan secara simbolis maka perbuatan membimbing seperti dikatakan diatas, merupakan inti perbuatan mendidik yang tugasnya hanya untuk membimbing saja, dan pada suatu saat ia harus melepaskan anak kembali (kedalam masyarakat). (Ath. Soedomo Hadi 2003 : 17).

Dapat dijelaskan bahwa pendidikan adalah suatu usaha untuk membimbing anak atau peserta didik untuk memperoleh suatu bekal yang berupa ilmu dan juga ketrampilan, yang nantinya pada suatu saat akan berguna untuk terjun kedalam masyarakat. Seorang anak tidak selamanya akan mengalami pendidikan, sehingga dalam setiap perkembangannya perlu di bombing agar memunyai bekal yang cukup. Dapat dijelaskan pula bahwa dalam pendidikan tidak hanya anak yang mengalami pendidikan, akan tetapi ada yang bertugas untuk membimbing anak atau mendidik anak. Dalam kehidupan keluarga yang bertugas untuk mendidik anak adalah orang tua, karena orang tua berperan sebagai pendidik yang pertama dan yang utama. Pada dasarnya orang tua mempunyai kemampuan yang berbeda- beda. Kemampuan orang tua dapat dipengaruhi oleh adanya pendidikan yang dicapainya, sehingga tingkat pendidikan yang berbeda juga menunjukkan perbedaan kemampuan orang tua. Tingkat pendidikan orang tua yang berbeda dapat mempengaruhi pendidikan anak-anaknya. Orang tua yang berbeda pendidikannya akan berpengaruh pula terhadap pendidikan anak-anaknya. Orang tua yang berpendidikan tinggi akan lebih berkemampuan cara memberikan pengarahan, motivasi, dan memenuhi alat-alat pendidikan bagi anak-anaknya, yaitu pemenuhan kebutuhan material, yang dapat berpengaruh terhadap prestasi belajarnya, sedangkan orang tua yang berpendidikan rendah cara memperlakukan pandidikan terhadap anaknya kurang, bahkan masa bodoh terhadap pendidikan anaknya. Orang tua yang demikian ini dalam melakukan pendidikan kepada anak- anaknya hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan alat-alat pendidikan saja, karena beranggapan bahwa anak yang kebutuhan pendidikan dapat dipenuhi merasa sudah cukup berhasil. Selain dalam pendidikan keluarga seorang anak juga mengalami pendidikan dalam lingkungan sekolah. Dalam lingkungan sekolah, yang bertugas untuk mendidik anak adalah guru. Berbeda dengan pendidikan keluarga, pendidikan keluarga mengembangkan nilai-nilai moral, sedangkan pendidikan disekolah ditekankan pada penanaman ilmu pengetahuan yang nantinya akan sangat bermanfaat bagi pengembangan kehidupannya.

Seiring dengan berkembangnya jaman, pendidikan menjadi sektor yang penting dalam mengembangkan kehidupan manusia dan juga dalam meningkatkan kemajuan suatu negara. Pada setiap bidang kehidupan tentu akan membutuhkan pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan mutu dalam pendidikan sangat penting untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas akan dapat meningkatkan perekonomian dan kehidupan negara. Peningkatan mutu dalam pendidikan dapat dilakukan dengan meningkatkan unsur-unsur dalam pendidikan, yaitu tenaga pengajar dan peserta didik. Peningkatan tenaga pendidik dapat dilakukan dengan menjadikan tenaga pendidik menjadi profesional. Pada saat ini, peningkatan mutu tenaga pendidik terbukti dengan adanya sertifikasi guru. Dalam penelitian ini peneliti lebih menitikberatkan pada pembahasan peningkatan prestasi belajar peserta didik. Prestasi belajar dapat dicapai oleh anak tidak hanya ditentukan oleh guruyang profesional saja, tetapi juga ditentukan oleh peranan orang tua dalam mendidik anak, dan motivasi anak itu sendiri dalam belajarnya. Jadi peranan guru, orang tua, dan motivasi anak akan menentukan keberhasilan prestasi belajar anak.

Ada beberapa pengertian tentang prestasi belajar. Kata “Prestasi” berasal dari bahasa Belanda yaitu prestatie. Kemudian dalam bahasa Indonesia menjadi “prestasi” yang berarti “hasil usaha”. (Zainal Arifin 1990 : 2). Sedangkan Yose Rizal & David Sahrani dalam kamus popular kontemporer (1999 : 285) ”Prestasi adalah apa yang telah diciptakan, hasil pekerjaan, hasil gemilang yang diperoleh dengan kerja keras”. Mengenai prestasi belajar Winkel (1996 : 36) berpendapat bahwa “Prestasi belajar adalah bukti keberhasilan yang dapat dicapai dalam suatu proses yang berlangsung dalam interaksi subyek dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan, pemahaman, ktrampilan, nilai-nilai yang disimpan atau dilaksanakan menuju kemajuan”. Menurut Syaiful Bahri Djamarah (1994 : 24) “Prerstasi belajar adalah penilaian pendidikan tentang kemajuan siswa dalam segala hal yang dipelajari di sekolah menyangkut pengetahuan atau kecakapan/ketrampilan yang dinyatakan sesudah hasil penilaian”. Sutrantinah Tirtonegoro (2001 : 43) berpendapat bahwa, “Prestasi belajar adalah sebuah penilaian dari hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk symbol, angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai anak dalam periode tertentu”.

Dari beberapa pengertian diatas, maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar adalah sesuatu hasil yang dicapai oleh peserta didik dalam proses belajar yang menghasilkan perubahan dalam bentuk nilai. Nilai adalah untuk mengukur keberhasilan peserta didik dalam belajarnya. Dalam prestasi belajar siswa diharapkan dapat meningkatkan prestasinya karena hasil prestasi belajar adalah sangat penting dalam proses pembelajaran. Fungsi utama dari prestasi belajar ini adalah sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang dikuasai oleh peserta didik.

Keluarga sebagai lingkungan anak yang pertama dalam suatu pendidikan akan sangat mempengaruhi berhasil atau tidaknya proses belajar. Motivasi belajar dan prestasi belajar anak banyak berhubungan dengan keluarga yaitu orang tua. Anak tidak akan mencapai prestasi yang memuaskan untuk mengembangkan cita-cita yang tinggi jika orang tua tidak menciptakan kondisi yang mendukung pada saat itu. Dalam mendidik anak orang tua di pengaruhi oleh pengetahuan dan pengalamannya yang didapat dari pendidikannya, dengan pendidikan manusia akan memperoleh pengetahuan, dan nilai-nilai positif yang dapat berguna bagi dirinya sendiri maupun bagi generasi selanjutnya. Pendidikan akan mempengaruhi cara berfikir orang tua di dalam menanamkan nilai sikap, dan nilai hidup, dan nilai pendidikan, serta pengembangan kepribadian anak. Orang tua yang berpendidikan tinggi biasanya akan lebih mengerti tentang kebutuhan anak dalam keberhasilan belajarnya tidak hanya tergantung pada guru di sekolah, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, khusunya orang tua. Orang tua berperan mempersiapkan pendidikan yang terbaik, lingkungan dan fasilitas yang mendukung. Pada orang tua yang tidak atau kurang mendapat kesempatan sekolah biasanya kurang memberikan perhatian pada anaknya dalam pendidikan, sehingga anak kurang termotivasi untuk belajar dan memperoleh prestasi yang maksimal.

Dalam pendidikan faktor motivasi juga akan sangat berpengaruh terhadap berhasil atau tidaknya siswa dalam kegiatan belajar. Siswa belajar harus didorong okeh kekuatan mentalnya. Kekuatan mental itu berupa keinginan, kemauan, atau cita-cita yang kuat dari diri sendiri, apakah kekauatan mentalnya tergolong rendah ataupun tinggi. Para ahli psikologi pendidikan mengatakan bahwa kekuatan mental yang mendoring timbulnya belajar disebut sebagai motivasi belajar. Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku individu dalam belajar. Hull berpandangan bahwa motivasi atau dorongan adalah berkembang untuk memenuhi kebutuhan siswa. Disamping itu motivasi juga merupakan sistem yang mrmungkinkan siswa dapat memelihara kelangsungan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan siswa merupakan penyebab munculnya dorongan dan dorongan akan mengaktifkan tingkah laku mengembalikan keseimbangan fisiologis siswa. Dalam kaitannya dengan pendidikan bahwa, kebutuhan siswa adalah kebutuhan untuk mendapatkan taraf hidup yang layak. Oleh sebab itu, maka dalam diri manusia muncul suatu dorongan untuk meningkatkan taraf hidupnya, dalam hal ini adalah melalui pendidikan. Didalam pendidikan motivasi adalah sangat penting bagi proses pembelejaran anak untuk berprestasi dalam kegiatan belajar.

Berdasarkan uraian diatas mendorong peneliti untuk meneliti atau mengadakan penelitian dengan judul “Perbedaan Tingkat Pndidikan Orang Tua Dan Motivasi Belajar Anak Terhadap Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XI SMA Negeri 1 Klego Tahun Pelajaran 2009/2010.”

Download: Perbedaan antara tingkat pendidikan orang tua dan motivasi belajar anak terhadap prestasi belajar siswa mata pelajaran sosiologi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Klego Boyolali tahun pelajaran 2009/2010

Password: OJcXf0ij

 
4skripsi.com

4skripsi adalah pusat download skripsi, tesis, disertasi, jurnal, makalah, KTI dan tugas akhir gratis. Medotologi penelitian, teknik analisis data dan spss.
Seluruh skripsi yang ada dapat didownload sebagai referensi dengan menyertakan data penulisnya.

Gratis kiriman skripsi terbaru dari email:
Skripsi