Pesan Skripsi
Penerapan metode menghafal dan problematikanya dalam pembelajaran Al Qur’an Hadits di MTS Hidayatus Syubban Genuk Semarang
| Selasa, 01 Juni 2010 14:10

Manusia Indonesia seutuhnya yang diidealisasikan menjadi titik puncak pencapaian tujuan pendidikan nasional sebagai proses kemanusiaan dan pemanusiaan sejati masih menjadi dambaan kita, ketika sosok yang sesungguhnya belum lagi ditemukan pada saat arus globalisasi dan era pasar bebas terus menerpa secara keras. Dari sini dapat dilihat bahwa betapa pentingnya dan perlunya pendidikan bagi anak-anak, jelaslah pula mengapa anak-anak itu harus mendapatkan pendidikan yang layak.

Agar bisa menjadi bekal hidupnya di masyarakat nanti, karena merekalah yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Bahwa kita ketahui apabila suatu bangsa generasi penerusnya bagus maka masa depan bangsapun akan bagus pula, begitu juga sebaliknya apabila generasi atau penerus bangsa rusak maka suramlah masa depan bangsa tersebut. Adapun yang dimaksud pendidikan adalah: Pimpinan yang berikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak-anak, dalam pertumbuhannya (jasmani maupun rohani) agar berguna bagi diri sendiri dan bagi masyarakat. Dengan demikian pendidikan terhadap anak dipandang sebagai salah satu aspek yang memiliki peranan pokok sebagai pembentukan manusia menjadi insan yang sempurna (insan kamil) atau memiliki kepribadian yang utama.

Berdasarkan asumsi tersebut maka diperlukan pendidikan anak yang dapat membantu menyelesaikan problem yang dihadapi masyarakat muslim dewasa ini. Semisal semakin gencarnya pengaruh modernisme yang menuntut lembaga pendidikan formal untuk memberikan ilmu pengetahuan umum dan ketrampilan sebanyak-banyaknya kepada peserta didik yang menyebabkan terdesaknya mereka (khusus umat Islam) untuk memperoleh bekal keagamaan yang cukup memadai. Maka dari itu, hendaknya pendidikan menyentuh seluruh aspek yang bersinggungan langsung dengan kebutuhan perkembangan individu anak-anak baik itu dari ilmu agama maupun ilmu umum agar mereka dapat hidup dan berkembang sesuai dengan ajaran agama Islam yang kaffah.

Agama Islam mengajarkan sebuah tuntunan kepada manusia untuk menuju kebahagiaan dan kesejahteraan. Adapun segala tuntunan tersebut terdapat dalam al Qur’an dan al Hadits. al Qur’an telah melahirkan disiplin ilmu baik itu ilmu nahwu, syaraf, badi’, usul, falsafah, politik, ekonomi, sosial, sains, seni, dan lain-lain. Ini berarti bahwa al Qur’an selain syarat dengan substansi dan informasi juga memiliki kandungan metodologis dan paedogogis bagi umat manusia. Banyak hal yang bermanfaat bagi peserta didik apabila mempelajari dan diberi pendidikan tentang al Qur’an mengingat isi kandungannya yang penuh dengan petunjuk dan menjadi kewajiban kita umat manusia untuk mempelajari kitab tersebut yaitu al Qur’an. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al An’am ayat 155 yang Artinya: ”Dan inilah sebuah kitab yang telah kami (Allah) turunkan yang diberkati, maka dari itu turutlah dan bertaqwalah kamu (kepada Allah) supaya kamu diberi rahmat.” (Q.S. Al An’am :155)

Ayat di atas menunjukkan bahwa kitab (al Qur’an) diberkahi, yang berisi penuh kebaikan untuk kepentingan manusia. Oleh karena itu manusia diperintahkan agar mengikuti dan mempelajari al Qur’an supaya diberi rahmat dan petunjuk oleh Allah di dunia maupun di akhirat kelakAdapun tujuan pendidikan al Qur’an M. Quraish Shihab menyebutkan yaitu membina manusia secara pribadi dan kelompok sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifahNya guna membangun dunia ini sesuai dengan konsep yang ditetapkan Allah, atau dengan kata lain lebih singkat dan digunakan oleh al Qur’an ”untuk bertaqwa kepadaNya”.

Dalam mengkomunikasikan ilmu pengetahuan agar berjalan secara efektif maka perlu menerapkan berbagai metode mengajar sesuai dengan tujuan situasi dan kondisi yang ada guna meningkatkan pembelajaran dengan baik, karena berhasil tidaknya suatu proses belajar mengajar ditentukan oleh metode pembelajaran yang merupakan bagian integral dalam sistem pembelajaran. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan proses belajar mengajar salah satu yang disoroti adalah segi metode yang digunakan. Sukses tidaknya suatu proses pembelajaran salah satunya tergantung pada ketepatan metode yang digunakan. Demikian pula dalam pembelajaran al Qur’an Hadits juga membutuhkan metode yang tepat. Sebab metodelah yang menentukan isi dan cara mempelajari al Qur’an Hadits tersebut dengan baik. Dengan demikian metode merupakan alat yang sangat penting untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dan direncanakan. Selain itu ketepatan memilih metode dalam penerapannya juga harus diperhatikan.

Seperti halnya penggunaan metode menghafal dalam pembelajaran al Qur’an Hadits. Bahwasanya al Qur’an Hadits dijadikan bidang pelajaran di sekolahsekolah Islam di Indonesia. Dengan dikelola oleh Departemen Agama yang membawahi sekolah-sekolah negeri maupun swasta dengan kurikulumnya sama-sama mengembangkan ajaran-ajaran Islam. al Qur’an Hadits selain dipelajari pada madrasah tingkat pertama yaitu Ibtidaiyah juga dipelajari pada dua madrasah tingkat teratas---Tsanawiyah dan Aliyah.7 Selain itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan kesesuaian metode dengan perkembangan yang terjadi. Diantaranya: 1. Kesesuaian antara metode pembelajaran dengan materi ajar, dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik, dengan budaya dan kondisi yang melingkari baik lokal; maupun global, dan tujuan yang akan dicapai. 2. Kesesuaian dan kemampuan metode pembelajaran dengan tumbuh kembangnya budaya di lingkungan sekolah. 3. Kesesuaian antara metode belajar dengan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan studinya dengan bagus. Dari uraian di atas menunjukkan bahwa di sekolah-sekolah, perhatian yang amat besar diberikan terhadap al Qur’an Hadits mengingat betapa pentingnya yaitu sebagai sumber ajaran dan nilai bagi umat Islam.

Dalam mempelajari al Qur’an Hadits tersebut tidak hanya memfokuskan pada membaca saja, akan tetapi melibatkan para murid dalam kegiatan membaca, menelaah dan menghafal al Qur’an Hadits, baik secara keseluruhan maupun sebagian surat atau ayat saja. Sebenarnya untuk menguasai tugas-tugas yang diberikan yaitu menghafal al Qur’an Hadits adalah mudah, akan tetapi mudah pula untuk lupa. Oleh karena itu ketekunan dan keuletan sangat diperlukan, hal ini tentunya merupakan salah satu contoh kendala tersendiri yang memerlukan penyelesaian yang tentunya tidak semudah membalikkan tangan.

Sehingga hal ini penulis tertarik untuk mengadakan penelitian, dalam hal ini lebih memfokuskan pada madrasah tingkat Tsanawiyah, adapun pokok pembahasannya mengenai: Penerapan Metode Menghafal dan Problematikanya Dalam Pembelajaran al Qur’an Hadits Di MTs Hidayatus Syubban Genuk Semarang. Kajian ini akan menjadi pertimbangan para pengajar dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah khususnya bagi pengajar yang menerapkan metode menghafal.

Download: http://www.mediafire.com/?j2hznutma0t

Password: bpNtVuQV

 
4skripsi.com

4skripsi adalah pusat download skripsi, tesis, disertasi, jurnal, makalah, KTI dan tugas akhir gratis. Medotologi penelitian, teknik analisis data dan spss.
Seluruh skripsi yang ada dapat didownload sebagai referensi dengan menyertakan data penulisnya.

Gratis kiriman skripsi terbaru dari email:
Skripsi