Pesan Skripsi
Hubungan pengetahuan keluarga tentang pelaksanaan oral hygiene dengan kejadian stomatitis pada pasien stroke dan koma di ruang 3A, 4A dan 3C RSU Haji Surabaya
| Kamis, 14 April 2011 23:51

Stroke merupakan salah satu manifestasi neurologik yang umum dan mudah dikenal dari penyakit-penyakit neurologik lain oleh karena mula timbulnya mendadak dalam waktu yang singkat. Adapun manifestasi “ Stroke “ ialah defisit neurologik yang dapat berupa : a) Hemiparesis; b) Hemiparastesia; c) Hemiparesis dan Hemihipestesia; d) Diplegia; e) Afasia; f) Hemipareis dengan Afasia; g) Hemiparesis dengan Hemianopia: h)Hemiparesis Alternans: i) Hemihipestesia; (Sidharta, 1999).

Koma merupakan derajat kesadaran yang rendah dapat menurun sampai derajat kesadaran yang terendah melaui tahap – tahap yang di kenal sebagai tetargia dan stupor. Koma dibedakan dalam : a) Koma Kortikal Bihemisferik : b) Koma Diensefolik. ( Sidharta. 1999)

Stomatitis merupakan ulserasi rekurens non viral dari rongga mulut dan bibir..Trauma juga mempunyai peranan, karena ciri yang khas timbul pada sisi yang terkena trauma. Setelah rasa panas pada mukosa yang terkena trauma Selama masa prodromal, mukosa menjadi kemerahan setempat dan nekrosis, dengan pembentukn ulserasi yang tunggal / multipel, berbentuk bulat sampai oval biasanya berdiameter 2 sampai 10 mm, sekitar 10 % menjadi lebih besar dari pada 1 cm. Ulkus di tutupi oleh eksudat fibrin yang berwarna putih keabuan dan dikelilingi oleh halo yang berwarna merah terang (Garlin. 1994). Pada penderita stroke dan koma mengalami perubahan pada berbagai system salah satunya adalah perubahan reflek menelan, maka cairan dalam rongga mulut akan terakumulasi dalam jumlah banyak dan akan menyebabkan keadaan mulut kurang bersih.

Beberapa faktor yang dapat mempempengaruhi stomatitis antara lain : Penderita yang mengalami penurunan tingkat kesadaran dengan stroke, kurangnya informasi dari petugas atau tim kesehatan tentang pentingnya oral hygiene pada keluarga, kurang rutinnya pelaksanaan oral hygiene, keadaan kebersihan mulut, gigi atau gusi yang tidak bersih. Dampak stomatitis selain menimbulkan ketidaknyamanan juga dapat mengakibatkan timbulnya inflamasi di tempat lain seperti laring, faring, trakea, yang pada akhirnya memerlukan perawatan lanjutan.

Dalam hal pencataan dan pelaporan angka kejadian timbulnya stomatitis pada penderita Stroke dan Koma pada bulan Juni 2005 diruang 3A, 4A, 3C RSU Haji Surabaya sebanyak 25 orang pada tanggal 01 juni 2005 sampai 26 juni 2005 Dari beberapa kasus yang ada, hampir semua penderita mengalami stomatitis yang terjadi berdasarkan survey dilapangan akibat dari penderita yang tidak dilakukan tekhnik oral hygiene dengan baik dan teratur.

Berdasarkan fakta diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan pengetahuan keluarga tentang aral hygiene dengan pencegahan stomatitis pada pasien stroke dengan koma, sehingga akan diperoleh gambaran nyata tentang permasalahan yang terjadi dan dapat membantu dalam menyeleseikan masalah yang ada.

Download: Hubungan pengetahuan keluarga tentang pelaksanaan oral hygiene dengan kejadian stomatitis pada pasien stroke dan koma di ruang 3A, 4A dan 3C RSU Haji Surabaya

Password: tuf8Whmw

 
4skripsi.com

4skripsi adalah pusat download skripsi, tesis, disertasi, jurnal, makalah, KTI dan tugas akhir gratis. Medotologi penelitian, teknik analisis data dan spss.
Seluruh skripsi yang ada dapat didownload sebagai referensi dengan menyertakan data penulisnya.

Gratis kiriman skripsi terbaru dari email:
Skripsi