Pesan Skripsi
Analisa faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri pada narapidana remaja di lembaga pemasyarakatan klas IIA anak Tanjung Gusta Medan
| Senin, 30 April 2012 13:37

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan terhadap orang-orang yang di jatuhi hukuman penjara atau kurungan (hukuman badan) berdasarkan keputusan pengadilan. Dengan kata lain, pelaku kejahatan tersebut terbukti telah melakukan kejahatan dan pelanggaran. Lembaga Permasyarakatan adalah sebuah instansi terakhir didalam sistem peradilan dan pelaksanaan putusan Pengadilan (Hukum) dan bertujuan untuk pembinaan pelanggar hukum tidak semata-mata membalas tapi juga perbaikan dimana filsafah pemidanaan di Indonesia pada intinya mengalami perubahan seperti apa yang dikandung dalam sistem pemasyarakatan yang memandang narapidana orang tersesat dan mempunyai waktu untuk bertobat.

Remaja merupakan sosok yang penuh potensi namun perlu bimbingan agar dapat mengembangkan apa yang telah dimilikinya untuk perkembangan bangsa dan negara. Remaja adalah bagian dari masyarakat yang akan bertanggungjawab terhadap kemajuan bangsa. Secara umum dapat diketahui bahwa sikap remaja saat ini masih dalam tahap mencari jati diri. Dimana identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa perannya di dalam masyarakat. Sehingga mereka berupaya untuk menentukan sikap dalam mencapai kedewasaan (Hurlock 1991).

Berkaitan dengan upaya penyesuaian diri ke arah dewasa, biasanya para remaja mengalami kebingungan dalam menemukan konsep dirinya, karena remaja belum menemukan status dirinya secara utuh. Sisi lain yang dimiliki para remaja adalah adanya perasaan sudah besar, kuat, pandai dan telah menjadi dewasa. Tetapi mereka tetap memiliki perasaan ketidak pastiaan dan kecemasan sehingga membutuhkan perlindungan dari orangtua (Kartono, 1995).

Berdasarkan hasil penelitian International Labour Organization (ILO) yang dilakukan pada tahun 2005 terhadap tidakan kriminalitas pada anak ternyata 92% anak usia dibawah 18 tahun menjadi pengguna narkoba bahkan terlibat dalam peredaran narkoba. Dalam penelitianya itu disebutkan keterlibatan anak-anak tersebut dalam pembuatan dan peredaran barang haram itu dimulai sejak mereka usia 13 tahun dan 15 tahun (Media Indonesia, 23/6/2006).

Oleh sebab itu konsep diri merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan remaja karena konsep diri akan menentukan bagaimana seorang berperilaku. Menurut Fits (1971) konsep diri merupakan aspek penting dalam diri seorang karena konsep diri merupakan kerangka acuan seorang dalam berinterksi dengan lingkunganya dan keluarga.

Download: Analisa faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri pada narapidana remaja di lembaga pemasyarakatan klas IIA anak Tanjung Gusta Medan

Password: 0vLwvWWX

 
4skripsi.com

4skripsi adalah pusat download skripsi, tesis, disertasi, jurnal, makalah, KTI dan tugas akhir gratis. Medotologi penelitian, teknik analisis data dan spss.
Seluruh skripsi yang ada dapat didownload sebagai referensi dengan menyertakan data penulisnya.

Gratis kiriman skripsi terbaru dari email:
Skripsi