Pesan Skripsi
Analisis tingkat kesehatan menggunakan metode Z Score (Altman) pada perusahaan manufaktur LQ45 di BEI
| Selasa, 06 Desember 2011 22:29

prinsip going concern (kelangsungan usaha) menganggap bahwa perusahaan akan terus melaksanakan operasinya sepanjang proses penyelesaian proyek, perjanjian, dan kegiatan yang sedang berlangsung. Perusahaan dianggap tidak akan berhenti, ditutup, atau dilikuidasi di masa yang akan datang. Perusahaan dianggap akan hidup dan beroperasi untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Nilai masa depan merupakan keberlanjutan usaha bagi suatu perusahaan. Keberlanjutan usaha dapat dicapai, bila pengelolaan perusahaan dijalankan dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin sehingga sumber daya yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara efektif. Keberlanjutan usaha sangat penting bagi perusahaan dan bagi investor.

Financial distress merupakan tahapan penurunan kondisi keuangan suatu perusahaan sebelum terjadinya kebangkrutan ataupun likuidasi. Kebangkrutan juga sering disebut likuidasi perusahaan atau penutupan perusahaan atau insolvensi. Kebangkrutan sebagai kegagalan diartikan sebagai kegagalan keuangan (financial failure) dan kegagalan ekonomi (economic failure).

Pada umumnya analisa untuk mengetahui tingkat kesehatan dan keberhasilan kinerja perusahaan adalah analisis internal, yaitu dengan cara melakukan analisis terhadap laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan setiap tahunnya yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan laba ditahan dan laporan arus kas. Analisa internal dapat dilakukan melalui metode multivariat. Metode multivariat menggunakan rasio-rasio keuangan secara simultan, salah satunya adalah metode yang dikembangkan oleh Altman yang dikenal dengan Z-score melalui penggunaan analisis diskriminan. “Model ini mengasumsikan bahwa bukti kesulitan terlihat pada rasio keuangan dan dapat dideteksi sejak dini sehingga kita dapat mengambil tindakan untuk menghindari risiko kerugian atau melakukan kapitalisasi atas informasi ini” (Wild, 2005: 240).

Kemampuan dalam mengetahui tingkat kesehatan perusahaan akan memberikan keuntungan banyak pihak, terutama kreditur dan investor. Bagi investor, kurang/tidak sehatnya perusahaan akan mempunyai konsekuensi berkurangnya investasi atau bahkan investasi hilang secara keseluruhan. Sedangkan bagi kreditur, pernyataan kurang/tidak sehat akan mengakibatkan hilangnya tagihan pokok pinjaman piutang beserta bunganya. Bagi perusahaan sendiri dalam proses kebangkrutan akan menanggung biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu dengan mengetahui indikator tingkat kesehatan perusahaan sejak dini akan ada banyak pihak yang dapat diselamatkan.

Munculnya berbagai model prediksi kesehatan perusahaan merupakan antisipasi dan sistem peringatan dini terhadap financial distress karena model tersebut dapat digunakan sebagai sarana untuk mengidentifikasikan bahkan memperbaiki kondisi sebelum sampai pada kondisi krisis atau kebangkrutan. Hal lain yang mendorong perlunya peringatan dini adalah munculnya problematik keuangan yang mengancam operasional perusahaan. Faktor modal dan risiko keuangan ditengarai mempunyai peran penting dalam menjelaskan fenomena kepailitan/ tekanan keuangan perusahaan tersebut. Dengan terdeteksinya lebih awal kondisi perusahaan, sangat memungkinkan bagi perusahaan, investor dan para kreditur (lembaga keuangan) serta pemerintah melakukan langkah-langkah antisipatif untuk mencegah agar krisis keuangan segera tertangani.

Berdasarkan uraian di atas maka penulis mengadakan penelitian dengan judul “Analisis Tingkat Kesehatan Menggunakan Metode Z Score (Altman) pada Perusahaan Manufaktur LQ45 di Bursa Efek Indonesia.”

Download: Analisis tingkat kesehatan menggunakan metode Z Score (Altman) pada perusahaan manufaktur LQ45 di BEI

Password: NRX2T35l

 
4skripsi.com

4skripsi adalah pusat download skripsi, tesis, disertasi, jurnal, makalah, KTI dan tugas akhir gratis. Medotologi penelitian, teknik analisis data dan spss.
Seluruh skripsi yang ada dapat didownload sebagai referensi dengan menyertakan data penulisnya.

Gratis kiriman skripsi terbaru dari email:
Skripsi