Pesan Skripsi
Peranan kepolisian sektor dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (Studi di Kecamatan Rantau Pandan dan Kecamatan Bathin III Ulu Kabupaten Bungo)
| Jumat, 18 Februari 2011 12:40

Masalah Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) merupakan suatu kebutuhan dasar yang senantiasa diharapkan masyarakat dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. Oleh karenanya, masyarakat sangat mendambakan adanya keyakinan akan aman dari segala bentuk perbuatan, tindakan dan intimidasi yang mengarah dan menimbulkan hal-hal yang akan merusak tatanan kehidupan bermasyarakat, yang dilakukan oleh orang-perorangan dan atau pihak-pihak tertentu lainnya.

Adanya rasa aman dan tertib dalam kehidupan bermasyarakat akan dapat menciptakan kehidupan yang harmonis dikalangan masyarakat dan yang tidak kalah pentingnya akan dapat meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. Sebaliknya apabila kondisi strata masyarakat dihadapkan pada kondisi tidak aman akan menganggu tatanan kehidupan bermasyarakat yang pada gilirannya pemenuhan taraf hidup akan terganggu pula dan suasana kehidupan mencekam/penuh ketakutan seperti yang terjadi di beberapa daerah tertentu dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus dibayar mahal dengan korban jiwa, harta dan berbagai fasilitas sarana dan prasarana.

Dari berbagai kejadian (in-stabilisasi) tersebut yang menjadi pemicu terjadinya tindakan dekonstruktif adalah masalah etnis dan politik yang mengorbankan sebagian besar masyarakat yang tidak bersalah/tidak tahu menahu dengan pokok permasalahan.

Untuk menciptakan, menjaga dan melindungi masyarakat Indonesia dari segala bentuk ketidak-amanan dan ketidak-tertiban adalah tugas Kepolisian Republik Indonesia mulai dari tingkat pusat sampai ke seluruh pelosok tanah air. Pada tingkat kecamatan adalah Polisi Sektor (Polsek) yang merupakan perpanjangan tugas kamtibmas dari Polisi Resort (Polres) setempat. Wilayah hukum Polsek adalah di daerah kecamatan dan atau gabungan beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Rantau Pandan dan Kecamatan Bathin III Ulu yang memiliki satu Polsek berkedudukan di Kecamatan Rantau Pandan.

Peran dan tugas pokok Polisi Republik Indonesia (Polri) sebagaimana yang diatur dalam pasal 13 Undang-undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (UUKNRI) meliputi: (1) Memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), (2) Menegakkan Hukum, dan (3) Memberikan Perlindungan. Pengayoman dan Pelayanan Masyarakat.

Secara universal, tugas pokok lembaga kepolisian mencakup dua hal yaitu Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban (Peace and order maintenance) dan Penegakan Hukum (law enforcement). Dalam perkembangannya, tanggung-jawab “Pemeliharaan” dipandang pasif sehingga tidak mampu menanggulangi kejahatan. Polisi kemudian dituntut untuk secara proaktif melakukan “pembinaan”, sehingga tidak hanya “menjaga” agar keamanan dan ketertiban terpelihara tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat, menggugah dan mengajak peran serta masyarakat dalam upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban dan bahkan ikut memecahkan masalah-masalah sosial yang menjadi sumber kejahatan. Tugas-tugas ini dipersembahkan oleh polisi untuk membantu (to support) masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya akan rasa aman sehingga memungkinkan kebutuhannya akan rasa aman sehingga memungkinkan tercapainya kesejahteraan, disamping perannya sebagai penegak hukum (to control).

Dari pengamatan Peneliti pada dua kecamatan tersebut di atas, nampak adanya kejadian-kejadian yang nyata-nyata telah meresahkan tatanan kehidupan masyarakat, seperti tindak kriminal (perkelahian, pencurian, pemerkosaan, dan kenakalan remaja), dan masalah perdata mengenai sengketa harta benda serta beberapa perselisihan dan perbedaan pendapat yang dapat mengancam Kamtibmas. Untuk mencegah dan mengatasi berbagai bentuk tindakan yang mengancam Kamtibmas, maka kesiapan dan tindakan cepat dari Polsek sangat dituntut ada atau tidak adanya informasi dari masyarakat sebagai mitra polisi dalam menciptakan dan meningkatkan Kamtibmas. Oleh karenanya, maka sesuai doktrinnya bahwa polisi harus melaksanakan tugas dan kewajiban secara profesional dengan mengedepankan integritas yang tinggi.

Dalam melaksanakan tugas Kamtibmas di Kecamatan, Polsek dituntut untuk selalu berkoordinasi dengan unsur Muspika (Musyawaran Pimpinan Kecamatan) terdiri dari Camat, Koramil, dan Kapolsek. Muspika sangat penting, karena berkaitan dengan keseimbangan kestabilan politik, keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat agar pelaksanaan pembangunan dalam segala bidang di tengah-tengah masyarakat dapat terlaksana dengan baik.

Mengingat Polsek sangat menentukan Kamtibmas di wilayah kecamatan, maka Peneliti tertarik untuk mengkaji dan meneliti lebih seksama tentang peranan Polsek tersebut. Hasilnya disajikan ke dalam karya ilmiah (Skripsi) dengan mengambil judul: Peranan Kepolisian Sektor dalam Meningkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (studi di Kecamatan Rantau Pandan dan Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo).

Download: Peranan kepolisian sektor dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (Studi di Kecamatan Rantau Pandan dan Kecamatan Bathin III Ulu Kabupaten Bungo)

Password: Kl9eEC4L

 
4skripsi.com

4skripsi adalah pusat download skripsi, tesis, disertasi, jurnal, makalah, KTI dan tugas akhir gratis. Medotologi penelitian, teknik analisis data dan spss.
Seluruh skripsi yang ada dapat didownload sebagai referensi dengan menyertakan data penulisnya.

Gratis kiriman skripsi terbaru dari email:
Skripsi